Rileks.id: Sejak tayang pertama kali pada 1989, The Simpsons sering dijuluki “nabi budaya pop”. Banyak episodenya dianggap kebetulan tapi terasa pas dengan kejadian nyata mulai dari wabah penyakit sampai perubahan cara manusia bekerja.
Di 2026, beberapa episode lawas The Simpsons kembali ramai dibahas, terutama yang menyinggung AI, otomatisasi, dan teknologi yang mulai “ngambil alih” hidup manusia. Buat Gen Z dan pekerja kantoran, topik ini jelas bukan cuma hiburan.
AI Mulai Gantikan Pekerjaan, Bukan Cuma Buruh Pabrik
Dalam episode “Them, Robot” (2012), Mr. Burns memecat karyawan dan menggantinya dengan robot supaya lebih efisien. Waktu itu kelihatannya lebay dan lucu. Tapi sekarang?
Di dunia nyata, AI sudah mulai mengerjakan tugas-tugas kantor: nulis laporan, bikin desain, analisis data, sampai jawab email. Banyak perusahaan mulai mikir ulang mana yang bisa dikerjakan manusia, mana yang bisa diserahkan ke mesin.
Beberapa riset bahkan menunjukkan jutaan pekerjaan bisa terdampak AI dalam satu dekade ke depan. Yang kena bukan cuma pekerja lapangan, tapi juga profesi “aman” seperti admin, analis, jurnalis, bahkan fresh graduate.
Buat Gen Z yang baru masuk dunia kerja, pesannya jelas skill dasar saja nggak cukup. Adaptasi dan belajar hal baru jadi kunci bertahan.
Kantor Pintar & Kerja Serba Digital: Nyaman Tapi Melelahkan
The Simpsons juga pernah menyindir rumah pintar lewat episode “Treehouse of Horror XII”. Semua serba otomatis, serba cepat, tapi akhirnya bikin manusia kehilangan kendali.
Mirip dengan dunia kerja sekarang. Meeting online, software AI, sistem kerja serba digital memang bikin produktivitas naik. Tapi di sisi lain, batas antara kerja dan hidup pribadi makin kabur.
Notifikasi kerja masuk terus, deadline makin cepat, dan ekspektasi “selalu online” jadi normal. Teknologi membantu, tapi juga bisa bikin burnout kalau nggak diatur dengan baik.
AI, Data, dan Kepanikan Massal
Episode “Marge in Chains” (1993) menggambarkan wabah yang bikin kota Springfield panik. Di 2026, AI sudah banyak dipakai untuk analisis data kesehatan, tren, sampai prediksi krisis.
Masalahnya, data yang cepat juga bikin kepanikan cepat menyebar. Di kantor, ini mirip dengan overload informasi: laporan, dashboard, insight AI—semua ada, tapi nggak selalu bikin keputusan lebih bijak.
The Simpsons seakan ngingetin: teknologi canggih tetap butuh manusia yang bisa berpikir kritis.
Dari Kerja di Bumi Sampai Luar Angkasa
Episode “Deep Space Homer” dulu kelihatan mustahil. Sekarang, pariwisata luar angkasa mulai jadi bisnis nyata. Ini jadi simbol satu hal: teknologi bergerak lebih cepat dari bayangan kita.
Buat Gen Z dan pekerja kantoran, ini berarti satu hal penting: karier ke depan nggak bakal linear. Profesi bisa muncul dan hilang lebih cepat dari sebelumnya.
Jadi, Ini Ramalan atau Peringatan?
The Simpsons mungkin cuma kartun. Tapi pesannya AI dan teknologi bukan musuh, tapi juga bukan sesuatu yang bisa dibiarkan jalan sendiri.
Di 2026, tantangan terbesar bukan soal takut digantikan AI, tapi bagaimana manusia bisa tetap relevan, adaptif, dan punya kontrol atas teknologi yang dipakai setiap hari.