Rileks.id – Industri film Indonesia bakal punya suguhan baru yang cukup bikin penasaran di awal 2026. Sebuah film Penerbangan Terakhir siap mengudara di bioskop pada Januari 2026.
Film Penerbangan Terakhir digarap oleh sutradara Benni Setiawan, nama yang sudah tidak asing lagi di dunia layar lebar Tanah Air.
Sebelumnya, Benni Setiawan dikenal lewat sejumlah karya populer seperti Panggil Aku Ayah, Ancika, Layangan Putus The Movie, hingga Toba Dreams. Kali ini, ia tampil dengan pendekatan yang terasa berbeda. Lewat Penerbangan Terakhir, Benni mencoba menyuguhkan drama yang lebih kelam dan menegangkan, jauh dari nuansa romantis yang selama ini melekat pada film-filmnya.
Yang membuat film Penerbangan Terakhir ini semakin menarik, rumah produksi VMS Pictures yang biasanya dikenal lewat film horor seperti Pemandi Jenazah pada 2024, kini banting setir ke genre drama thriller psikologis. Bukan cerita hantu atau mistis, melainkan skandal perselingkuhan di dunia aviasi yang selama ini jarang diangkat secara terbuka di layar lebar Indonesia.
Film Penerbangan Terakhir disebut-sebut akan mengajak penonton mengintip sisi gelap industri penerbangan, terutama hubungan tidak sehat yang terjadi di balik seragam rapi para awak kabin. Dengan latar dunia maskapai, film ini memadukan drama, ketegangan, dan konflik batin para karakternya.
Deretan pemain film Penerbangan Terakhir pun cukup mencuri perhatian. Jerome Kurnia dipercaya memerankan tokoh utama, Kapten Deva Angkasa. Ia beradu akting dengan Nadya Arina yang memerankan Tiara, seorang pramugari yang hidupnya berubah setelah bertemu Deva. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Aghniny Haque, Nasya Marcella, Ayu Dyah Pasha, Devina Bertha, dan Fiorenza Celesta.
Sinopsis Film Penerbangan Terakhir
Penerbangan Terakhir berfokus pada sosok Deva Angkasa, seorang pilot yang di mata publik tampak sempurna. Tampan, berwibawa, dan punya karisma yang mudah memikat siapa saja. Namun siapa sangka, di balik senyum ramah dan tutur kata manisnya, Deva ternyata menyimpan sisi gelap yang berbahaya.
Deva digambarkan sebagai predator emosional yang lihai memainkan perasaan. Dengan memanfaatkan posisinya sebagai kapten pilot, ia menjalankan modus manipulatif yang dikenal dengan istilah love-bombing. Lewat cara ini, Deva membuat para korbannya merasa sangat dicintai di awal, dibanjiri perhatian dan janji manis, sebelum akhirnya dikendalikan secara psikologis.
Target Deva tidak lain adalah para pramugari di maskapai tempat ia bekerja. Ia menjerat mereka lewat rayuan, ancaman halus, dan permainan emosi yang rumit. Dari luar, hubungan-hubungan ini tampak seperti kisah cinta biasa. Namun di balik layar, semuanya menyisakan luka dan trauma yang mendalam.
Salah satu korban yang menjadi sorotan utama dalam film ini adalah Tiara. Sebagai pramugari muda, Tiara awalnya menganggap Deva sebagai sosok yang menenangkan dan bisa diandalkan. Perlahan, ia terseret ke dalam hubungan problematik yang membuatnya kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.
Relasi Deva dan Tiara menjadi jantung cerita Penerbangan Terakhir. Penonton akan diajak menyaksikan bagaimana sebuah hubungan yang tampak indah bisa berubah menjadi jebakan berbahaya. Ketegangan psikologis terus dibangun dari satu adegan ke adegan lain, seolah mengingatkan bahwa tidak semua yang terlihat manis itu aman.
Film ini juga menyinggung soal tekanan di dunia kerja penerbangan. Jadwal padat, tuntutan profesionalitas, serta hierarki yang kaku membuat para pramugari kerap berada di posisi rentan. Di sinilah konflik berkembang, ketika batas antara profesionalitas dan kehidupan pribadi mulai kabur.
Dari sisi produksi, Penerbangan Terakhir dikabarkan menampilkan banyak adegan dengan latar pesawat, ruang kokpit, hingga area bandara. Nuansa dunia aviasi yang biasanya glamor akan ditampilkan dari sudut pandang berbeda, lebih gelap dan penuh intrik.
Dengan tema yang berani, film ini diprediksi bakal memancing banyak diskusi, terutama soal isu manipulasi emosional dan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan kerja. Tidak hanya menyuguhkan drama, Penerbangan Terakhir juga mengajak penonton lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan tidak sehat.
Dengan cerita yang dekat dengan realitas, dibalut akting para pemain muda berbakat, Penerbangan Terakhir berpotensi menjadi tontonan yang bukan hanya menghibur, tapi juga meninggalkan kesan mendalam.
Film Penerbangan Terakhir bakal tayang di bioskop pada 15 Januari 2026.