Rileks.id – Di tengah ramainya perbincangan publik, Reza Arap akhirnya angkat suara. Kabar duka kepergian selebgram Lula Lahfah masih meninggalkan luka mendalam, bukan cuma buat keluarga dan sahabat, tapi juga orang-orang yang pernah hadir di hidupnya.
Namun yang menarik, bukan soal dirinya, justru ia meminta publik untuk mengalihkan fokus empati ke pihak yang menurutnya paling berhak menerima dukungan saat ini.
Lewat akun X pribadinya, @yourbae, Reza Arap menyampaikan pesan yang cukup panjang dan emosional. Konten kreator sekaligus musisi berusia 38 tahun itu dengan tegas meminta warganet untuk berhenti menjadikannya pusat perhatian. Menurut Reza, sorotan seharusnya diberikan kepada keluarga dan sahabat terdekat mendiang Lula Lahfah yang telah membersamai almarhumah selama bertahun-tahun.
Dalam unggahan tersebut, Reza menekankan bahwa orang-orang terdekat Lula adalah pihak yang paling terdampak atas kepergiannya. Ia menilai duka yang mereka rasakan jauh lebih besar dan lebih dalam dibandingkan siapa pun yang hanya hadir di satu fase tertentu dalam hidup Lula.
“Tidak ada yang lebih layak untuk mendapatkan dukungan dari segala bentuk “grief” dan “duka” selain keluarga dan sahabat-sahabat terdekat yang sudah menemani Almarhumah selama bertahun-tahun,” tulis Reza Arap.
Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat agar publik lebih bijak dalam menyalurkan empati, terutama di era media sosial yang serba cepat dan reaktif. Reza seolah ingin menegaskan bahwa duka bukanlah sesuatu yang bisa diperlombakan atau dijadikan konsumsi publik tanpa batas.
Reza juga secara jujur mengakui posisinya dalam kehidupan Lula. Meski ia dan Lula telah saling mengenal cukup lama dan sempat menjalin hubungan asmara, Reza menyadari bahwa kebersamaan mereka hanyalah bagian kecil dari perjalanan hidup sang selebgram. Ia merasa tidak pantas menerima empati berlebihan dibandingkan keluarga yang telah menemani Lula sejak awal hidupnya.
“Walaupun gua mengenal Almarhumah sejak lama, tapi gua hanya mengambil sebagian kecil dari kenangan/memori Almarhumah selama hampir 1 Tahun ke belakang dan (yang tadinya) rencana-rencana kami berdua dan keluarga di masa depan,” lanjutnya.
Kalimat itu menunjukkan refleksi mendalam dari Reza Arap. Ia tidak berusaha menempatkan dirinya sebagai sosok paling terluka, justru sebaliknya. Reza memilih untuk merendah dan mengajak publik melihat gambaran yang lebih besar, yaitu kehilangan yang dirasakan oleh orang-orang terdekat Lula.
Reza Arap Minta Fokus Ditujukan ke Keluarga Lula Lahfah
Atas dasar pemikiran tersebut, Reza secara terbuka meminta agar empati publik tidak lagi diarahkan kepadanya. Ia berharap perhatian dan doa lebih difokuskan kepada keluarga serta sahabat-sahabat Lula yang kini harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sosok yang mereka cintai.
“Kesampingkan apa yang kalian proyeksikan tentang apa yang gua rasakan, dan fokus ke keluarga dan sahabat-sahabat Almarhumah,” tutur Reza Arap.
Di sisi lain, Reza juga tidak menutupi kondisi emosionalnya saat ini. Ia mengaku sedang berada di fase yang sangat rapuh dan memilih untuk menepi sementara dari hiruk pikuk publik. Bagi Reza, ini adalah cara terbaik untuk menghadapi duka secara personal tanpa tekanan ekspektasi dari luar.
Ia meminta ruang untuk memulihkan diri dan jujur mengakui bahwa dirinya tidak baik-baik saja. Namun ia juga meyakinkan bahwa suatu saat nanti, ketika sudah siap, ia tidak akan ragu untuk meminta bantuan.
“Sementara itu, biarkan gua fokus sama diri gua sendiri, sampai nanti akan ada saatnya gua butuh kalian. Bohong kalau gua bilang gua tidak lemah dan hancur. When the time’s comes. Pasti… Gua pasti akan minta tolong. Bohong kalau gua bilang gua tidak lemah dan hancur,” tutup Reza Arap.
Sebelumnya, publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di apartemen pribadinya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan asisten rumah tangga yang tidak mendapatkan respons dari Lula sejak pagi hingga sore hari.
Setelah kabar duka itu menyebar, banyak ungkapan belasungkawa membanjiri media sosial. Nama Lula Lahfah dan Reza Arap pun sempat menjadi perbincangan hangat, memicu berbagai spekulasi dan opini dari warganet.
Jenazah Lula Lahfah telah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri keluarga serta kerabat terdekat.
Melalui pernyataannya, Reza Arap kembali menegaskan bahwa ia ingin publik lebih berempati kepada keluarga dan sahabat Lula Lahfah, bukan kepada dirinya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa kebersamaannya dengan Lula hanyalah satu potongan kecil dari kisah hidup sang selebgram. Kini, Reza memilih menepi, memulihkan diri, dan memberi ruang bagi duka untuk diproses dengan caranya sendiri.