Rileks.id – Raffi Ahmad mengalami peristiwa menegangkan ketika helikopter yang dia tumpangi hampir mendarat darurat. Helikopter sempat terlihat oleng diterpa angin kencang dan sempat terbang rendah mendekati area persawahan.
Insiden tersebut terjadi ketika Raffi tengah menjalani agenda pekerjaan di Pulau Dewata, Bali, dan memilih jalur udara demi mengejar waktu. Dalam perjalanan dari Bali Utara menuju Denpasar, helikopter yang mereka naiki sempat kehilangan keseimbangan dan oleng di udara. Padahal, perjalanan tersebut awalnya direncanakan sebagai penerbangan singkat yang praktis dan nyaman.
Raffi Ahmad memang kerap memanfaatkan transportasi udara seperti helikopter. Selain lebih cepat, jalur ini juga memungkinkan dirinya berpindah lokasi tanpa terjebak macet. Namun siapa sangka, perjalanan yang semula terasa biasa justru berubah menjadi pengalaman menegangkan yang sulit dilupakan.
Dalam helikopter tersebut, Raffi tidak sendirian. Ia ditemani oleh manajernya, Prio, serta pengusaha asal Bali yang juga dikenal luas, Ajik Krisna. Ketiganya sempat menikmati perjalanan hingga kondisi cuaca mendadak berubah. Kabut tebal tiba-tiba menyelimuti jalur penerbangan, membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Situasi itulah yang diduga menjadi pemicu helikopter kehilangan kestabilan. Prio pun membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa faktor alam berperan besar dalam insiden yang mereka alami di udara.
“Ya efek dari cuaca. Kabut tebal, jarak pandang pilot pasti sangat terbatas,” kata Prio. Selasa (20/1/2026).
Kabut yang turun secara mendadak membuat pilot harus bekerja ekstra keras menjaga keseimbangan helikopter. Di dalam kabin, suasana pun berubah drastis.
Dari yang semula santai, seketika menjadi tegang. Getaran halus dan gerakan oleng helikopter membuat rasa cemas tak terhindarkan, terutama bagi penumpang yang jarang mengalami kondisi seperti ini.
Raffi Ahmad Tidak Panik
Menariknya, di tengah situasi yang bikin was-was, Raffi Ahmad justru memperlihatkan sikap yang jauh dari kepanikan. Presenter yang dikenal energik itu tampak tetap tenang dan berusaha menjaga suasana di dalam helikopter agar tidak semakin tegang. Ketika penumpang lain mulai khawatir, Raffi justru mengambil peran sebagai penenang.
Menurut Prio, Raffi tetap berpikir positif meski situasi saat itu terbilang cukup ekstrem. Ia tidak menunjukkan kepanikan berlebihan, bahkan mencoba menenangkan orang-orang di sekitarnya agar tetap fokus dan percaya pada pilot.
“Kalau panik pasti, cuma kalau Aa Raffi kelihatan tenang dan malahan nenangin kondisi kita semua,” terang Prio.
Sikap Raffi ini menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Tak sedikit yang menilai ketenangan mental menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi darurat, terutama di udara.
Beruntung, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah melewati area berkabut dan kondisi cuaca mulai membaik, pilot akhirnya berhasil mengendalikan helikopter dengan sempurna. Pesawat udara itu pun mendarat dengan aman dan mulus di lokasi tujuan tanpa insiden lanjutan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa datang tanpa diduga, bahkan di daerah wisata populer seperti Bali. Insiden helikopter Raffi Ahmad ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak warganet yang bersyukur karena Raffi dan rombongan berhasil mendarat dengan aman. Tak sedikit pula yang memuji sikap tenangnya di tengah kondisi darurat.
“Alhamdulillah Allah masih memberikan kami keselamatan. Tetap tenang dalam kondisi apa pun. Berusaha, berserah, dan berpasrah,” tulis Prio dalam unggahannya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pilot yang dinilainya mampu keluar dari kepungan kabut tebal dan membawa seluruh penumpang kembali dengan selamat.
“Terima kasih juga Aa Bos yang selalu memberikan energi positif dan menenangkan kami semua. Dari atas kami benar-benar pasrah, apalagi melihat warga di bawah yang berlarian saat heli mendekat ke area persawahan,” tulisnya.
Dengan berakhirnya kejadian ini tanpa korban, publik hanya bisa berharap agar keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan, terutama yang melibatkan transportasi udara.
Penerbangan Raffi Ahmad bersama rekannya tersebut bertujuan meninjau persiapan pembangunan kawasan UMKM di Bali Utara.
Sebelum penerbangan dilakukan, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari koordinasi itu, memang diperoleh informasi bahwa kondisi cuaca sedang kurang bersahabat.