BSI Maslahat Gelar Pelatihan Service AC dan Handphone untuk Tekan Pengangguran

BSI Maslahat Gelar Pelatihan Service AC dan Handphone untuk Tekan Pengangguran


Rileks.id: BSI Maslahat kembali menghadirkan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat tidak mampu. Kali ini, fokusnya pada Service AC dan Service Handphone, dua bidang yang dinilai punya peluang besar di dunia kerja. Program ini digelar sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Maslahat University, program BSI Maslahat yang bertujuan memberikan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan umat. Pelatihan Service AC dilaksanakan pada 16–18 Desember 2025 dengan tiga kali pertemuan. Sementara itu, pelatihan Service Handphone digelar lebih intensif pada 17–30 Desember 2025 dengan total 11 pertemuan.


Sebanyak 16 penerima manfaat ikut ambil bagian dalam program ini, terdiri dari 4 peserta pelatihan Service AC dan 12 peserta pelatihan Service Handphone.


Tak hanya dibekali teori, para peserta juga mendapat praktik langsung, pendampingan, hingga perlengkapan kerja yang bisa digunakan sebagai modal awal usaha. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan bisa langsung terjun membuka usaha sendiri atau lebih siap bersaing di dunia kerja.


Pilihan keterampilan Service AC dan Handphone bukan tanpa alasan. Industri jasa teknis terus berkembang dan membutuhkan tenaga terampil. Materi pelatihan pun dirancang praktis, mulai dari troubleshooting, standar layanan, cara berkomunikasi dengan pelanggan, hingga etika pelayanan. Para instruktur berpengalaman memastikan materi tersampaikan dengan baik, ditutup dengan uji kompetensi sebagai tolok ukur kesiapan peserta.


Manager Empowerment & Sociopreneur Group BSI Maslahat, Yunan Isnainye, mengatakan pelatihan ini diharapkan menjadi modal penting bagi peserta untuk mandiri secara ekonomi.


“Hal ini sejalan dengan misi BSI Maslahat, yaitu mendorong transformasi penerima manfaat menjadi muzaki di masa depan,” ujarnya.


Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh peserta. Muhammad Abdul Karim, warga Bekasi yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online, mengaku pelatihan Service AC membuka harapan baru bagi keluarganya.


“Penghasilan dari mengojek sekarang sudah tidak bisa diandalkan. Karena itu saya ikut pelatihan ini supaya punya keterampilan tambahan dan peluang penghasilan lain,” tuturnya.


Hal serupa disampaikan Mumtaz Al Fatih, warga Depok peserta pelatihan Service Handphone. Menurutnya, pelatihan ini sangat membantu untuk mengasah keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan.


“Harapan saya ke depan bisa buka usaha service HP, meskipun kecil-kecilan dulu,” katanya.


Di tengah kondisi pengangguran yang masih tinggi—berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah Pengangguran Terbuka pada Februari 2025 mencapai 7,27 juta orang atau sekitar 4,76 persen dari total angkatan kerja—program berbasis keterampilan seperti ini dinilai semakin relevan.

Salah satu penyebab tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja.
BSI Maslahat pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi berbasis keterampilan. Pelatihan Service AC dan Handphone diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk terserap ke dunia kerja atau membangun usaha mandiri.


Lewat langkah konkret ini, BSI Maslahat menyalakan harapan baru bagi mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan. Keterampilan yang diberikan bukan hanya bekal kerja, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi dan masa depan keluarga yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *