Rileks.id – Band Ungu langsung tancap gas dengan rilisan terbaru mereka menyambut bulan Ramadan 2026. Mereka merilis single religi berjudul “Pulang Pada-Mu” yang siap jadi soundtrack refleksi diri selama bulan suci.
Buat yang sudah lama follow perjalanan Ungu, pasti tahu kalau setiap Ramadan mereka hampir selalu hadir dengan lagu yang bikin hati adem. Nah, di 2026 ini mereka balik lagi dengan konsep yang lebih personal dan dalam. Lagu “Pulang Pada-Mu” bukan cuma sekadar lagu religi yang enak diputar pas sahur atau menjelang buka puasa, tapi juga jadi cerita jujur tentang perjalanan spiritual.
Lagu ini diciptakan oleh Enda Ungu, gitaris sekaligus salah satu motor kreatif di balik banyak karya Ungu. Di “Pulang Pada-Mu”, Enda menuangkan pengalaman batinnya sendiri. Tema besarnya simpel tapi dalam banget. Tentang pulang. Bukan pulang ke rumah secara fisik, tapi pulang ke Allah SWT setelah sempat jauh karena sibuk sama urusan dunia.
Kalimat “Kini ku pulang pada-Mu” jadi highlight yang maknanya kuat banget. Itu bukan cuma lirik puitis, tapi simbol bahwa pintu taubat selalu kebuka. Seberapa jauh pun kita merasa tersesat, jalan untuk balik itu tetap ada. Lagu ini menggambarkan momen ketika ego mulai diturunkan, gengsi ditaruh dulu, dan hati akhirnya berani ngomong jujur.
Enda sendiri mengaku lagu ini lahir dari fase hidup yang cukup menguras batin. Ia merasa ada momen ketika hidupnya terlalu fokus pada pekerjaan dan ambisi sampai muncul rasa kosong yang susah dijelaskan.
“Lagu ini saya tulis berdasarkan apa yang saya rasakan. Ketika keseharian saya hanya disibukkan dengan bekerja dan mengejar ambisi, saya justru merasakan kekosongan. Dari situ muncul pencarian terhadap Allah SWT, disertai rasa penyesalan dan keinginan untuk kembali kepada-Nya,” kata Enda.
Relate banget sih. Apalagi buat generasi sekarang yang sering terjebak hustle culture. Kerja terus, ngejar target, ngejar validasi, tapi lupa ngecek kondisi hati sendiri. Lagu ini seperti reminder halus bahwa kadang yang kita butuhin bukan pencapaian baru, tapi arah yang benar.
Menariknya lagi, di musik video “Pulang Pada-Mu”, Enda juga ikut tampil sebagai model dalam alur ceritanya. Jadi bukan cuma nulis dan main musik, tapi benar benar ikut menyampaikan pesan personal lewat visual. Ini bikin nuansa lagunya terasa lebih intim dan jujur.
Secara konsep, kata “pulang” di lagu ini kuat banget maknanya. Bukan soal pindah tempat, tapi soal balik ke fitrah. Balik ke titik di mana hati merasa tenang karena dekat dengan Allah. Apalagi lagu ini dirilis satu minggu sebelum Ramadan, timing-nya pas banget buat jadi pengantar suasana bulan pengampunan.
Ramadan memang identik dengan refleksi, taubat, dan memperbaiki diri. “Pulang Pada-Mu” seolah jadi soundtrack yang mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah. Mau seberapa banyak kesalahan di masa lalu, pintu rahmat tetap terbuka.
Tradisi Ungu Buat Lagu Religi
Pasha sebagai vokalis juga menyampaikan harapan besar untuk lagu ini. Buat Ungu, karya religi bukan cuma proyek musiman, tapi sudah jadi bagian dari identitas mereka sejak awal karier.
“Kami berharap Pulang Pada-Mu bisa menjadi teman perjalanan spiritual selama bulan Ramadan. Lagu ini kami hadirkan sejalan dengan identitas Ungu yang sejak awal selalu menghadirkan karya-karya religi sebagai ruang refleksi dan pengingat bagi pendengarnya,” kata Pasha.
Kalau dipikir pikir, memang jarang ada band yang konsisten mengangkat tema religi lintas generasi seperti Ungu. Dari era ringtone sampai era streaming, mereka tetap punya tempat di hati pendengar yang mencari lagu dengan makna.
Single “Pulang Pada-Mu” resmi dirilis pada 13 Februari 2026 dan sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital streaming. Buat kamu yang lagi nyari lagu religi terbaru 2026 untuk playlist Ramadan, ini bisa banget masuk list.
Dengan aransemen khas Ungu yang emosional tapi tetap easy listening, lagu ini berpotensi jadi salah satu lagu religi yang sering diputar sepanjang Ramadan tahun ini. Musik videonya juga akan segera dirilis, jadi siap siap buat nonton versi visualnya yang katanya bakal makin menyentuh.
Intinya, “Pulang Pada-Mu” bukan cuma lagu buat didengar, tapi buat direnungkan. Di tengah hidup yang serba cepat dan penuh distraksi, mungkin memang sudah waktunya kita cek lagi arah langkah. Siapa tahu, yang kita butuhkan cuma satu hal sederhana: Pulang.