Manohara Manohara

Manohara Sering Dipaksa Ibu Pergi ke Dukun, Masih Trauma Sampai Sekarang

Rileks.idManohara Odelia Pinot kembali ramai dibicarakan setelah pengakuan jujur yang ia sampaikan soal masa lalu yang kelam bersama sang ibu, Daisy Fajarina. Cerita ini langsung menyedot perhatian publik karena isinya yang berat, emosional, dan jauh dari bayangan hubungan ibu dan anak yang ideal.

Lewat unggahan Instagram Stories, Manohara membuka lembaran lama yang selama ini ia simpan rapat. Ia mengaku hubungan dengan ibunya sudah tidak harmonis sejak dirinya masih kecil. Bahkan, Manohara secara blak blakan menyebut ada perasaan berat setiap kali harus memanggil wanita yang melahirkannya itu dengan sebutan ibu. Pengakuan ini langsung bikin netizen terdiam dan ikut merasa campur aduk.

Bagi Manohara, kata ibu bukan sekadar status biologis. Ia merasa perlakuan yang diterimanya selama bertahun tahun justru bertolak belakang dengan makna kasih sayang dan perlindungan yang seharusnya datang dari seorang ibu. Hal inilah yang membuatnya akhirnya berani speak up ke publik, meski ia sadar ceritanya bakal menuai reaksi besar.

“Aku bahkan kesulitan menyebutnya ibuku, karena tindakannya bertentangan dengan setiap definisi kemanusiaan tentang bagaimana seharusnya seorang ibu,” tulis Manohara dalam bahasa Inggris di unggahan Instagram Storiesnya.

Unggahan Manohara Viral

Unggahan itu langsung menyebar luas dan jadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang merasa kaget, sedih, sekaligus bersimpati. Tidak sedikit pula yang memuji keberanian Manohara untuk jujur menceritakan luka batinnya sendiri, sesuatu yang tidak mudah apalagi jika menyangkut keluarga inti.

Tidak berhenti sampai di situ, Manohara juga mengungkap fakta lain yang lebih mengejutkan. Ia menyebut sang ibu, Daisy Fajarina, sudah lama terlibat dalam praktik ilmu hitam. Pengakuan ini tentu langsung bikin publik tercengang dan memicu perdebatan di kolom komentar.

Manohara Odelia Pinot

“Ibu saya sudah lama terlibat secara mendalam dalam ilmu sihir hitam. Di Indonesia, ia sering mengunjungi dukun dan orang pintar,” ungkap Manohara.

Menurut Manohara, keterlibatan sang ibu dalam praktik perdukunan ini bukan sekadar isu sesaat. Ia mengaku sejak kecil sering diajak berpindah pindah tempat untuk mendatangi lokasi praktik spiritual yang dipercaya ibunya bisa mengatasi apa yang dianggap sebagai masalah dalam diri Manohara. Beberapa daerah yang disebut antara lain Sukabumi dan Bogor.

“Ketika saya masih kecil, ia sering mengajak saya ke tempat-tempat seperti Sukabumi dan Bogor karena ia percaya saya tidak cukup patuh, dia percaya ada roh jahat di dalam tubuh saya,” ungkap Manohara.

Sebagai seorang anak, Manohara tentu belum sepenuhnya paham apa yang sedang terjadi. Namun pengalaman itu perlahan menumpuk dan berubah menjadi kenangan pahit yang membekas. Ia mengaku dipaksa menjalani berbagai ritual yang menurutnya menakutkan dan sulit dimengerti.

“Saya dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini menimbulkan traumatis dan terus membekas dalam diri saya hingga dewasa,” akunya.

Cerita ini membuat banyak orang sadar bahwa trauma masa kecil tidak selalu datang dari luar rumah. Justru dalam beberapa kasus, luka paling dalam bisa muncul dari lingkungan terdekat. Pengakuan Manohara pun dianggap relevan dengan banyak orang yang mungkin mengalami hal serupa tetapi belum berani bersuara.

Di akhir pengakuannya, Manohara juga merasa perlu meluruskan satu hal penting. Ia menegaskan bahwa praktik ilmu hitam yang disebutkannya sama sekali tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam. Menurutnya, apa yang dilakukan sang ibu justru bertentangan dengan nilai nilai agama.

“Saya ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam,” pungkasnya menegaskan.

Pernyataan ini mendapat banyak dukungan dari warganet, terutama mereka yang merasa penting untuk memisahkan antara kepercayaan pribadi dan ajaran agama. Banyak yang menilai Manohara berusaha bersikap adil dengan tidak menyeret agama ke dalam pengalaman buruk yang ia alami.

Kini, pengakuan Manohara bukan cuma jadi topik gosip, tetapi juga membuka diskusi lebih luas soal kesehatan mental, trauma keluarga, dan pentingnya keberanian untuk berbicara. Dengan gaya jujur dan apa adanya, Manohara seolah mengajak banyak orang untuk sadar bahwa luka batin itu nyata dan pantas didengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *