Danilla Danilla

Menyelami Sisi Gelap Danilla lewat Lagu “Lembar Biru”

Rileks.idDanilla kembali menyapa pendengar musik Indonesia dengan cara yang sangat personal di penghujung tahun. Tepat pada 31 Desember, penyanyi dengan karakter vokal khas ini merilis single terbarunya berjudul “Lembar Biru” di bawah naungan label Laguland.

Lagu ini bukan sekadar tentang putus cinta, tapi juga merangkul berbagai bentuk hubungan yang berakhir dengan luka, mulai dari persahabatan yang retak hingga ikatan keluarga yang tak lagi hangat.

Lewat “Lembar Biru”, Danilla mengajak kita menengok sisi paling jujur dari patah hati. Bukan tentang move on dengan senyum lebar, melainkan fase gelap yang sering kita sembunyikan. Fase di mana amarah, kecewa, dan rasa ingin membalas rasa sakit bercampur menjadi satu.

Danilla sendiri mengungkapkan bahwa lagu ini lahir dari perasaan yang diam-diam sering dirasakan banyak orang. “Diam-diam kita masih punya ‘harapan buruk’ untuk seseorang atas hubungan yang selesai secara tidak baik-baik. Harapan di mana kita juga ingin yang bersangkutan ngerasain rasa sakit yang kita rasain. Lembar Biru sebenernya lagi ngomongin fase itu,” tuturnya singkat.

Kalimat tersebut mungkin terdengar jujur sampai terasa menohok, karena tak sedikit dari kita yang pernah berada di posisi itu. Kita tahu bahwa mendoakan yang buruk bukanlah hal baik, tapi perasaan manusia tidak selalu berjalan lurus dengan logika. Di situlah “Lembar Biru” menjadi teman, bukan hakim.

Secara musikal, lagu ini digarap oleh produser Lafa Pratomo yang memberikan sentuhan aransemen penuh lapisan emosi. Lafa menegaskan bahwa mereka tak ingin membuat lagu sedih yang klise.

“Kami tidak ingin ini jadi lagu sedih biasa. Ada rangkaian bass yang seperti denyut nadi yang tak beraturan, ada melodi synth yang berkilauan seperti ingatan yang mengganggu, lalu semuanya berangsur surut menjadi ruang kosong yang sunyi. Seperti saat amarahmu sudah habis dan yang tersisa hanya kelelahan yang dalam,” jelasnya.

Pilihan bunyi tersebut membuat “Lembar Biru” terasa seperti perjalanan batin. Dari detik pertama, pendengar diajak masuk ke pusaran perasaan yang tak stabil, lalu perlahan ditinggalkan di ruang hening yang justru terasa paling jujur. Lagu ini tidak mencoba memberi solusi, tapi memberi ruang untuk merasa.

Menariknya, Danilla memilih tanggal 31 Desember sebagai hari rilis lagu ini. Di saat banyak orang sibuk merayakan pergantian tahun dengan pesta dan resolusi baru, ia justru mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan membereskan sisa emosi dari masa lalu.

“Tahun baru sering dirayakan dengan harapan. Tapi sebelumnya, baiknya kita juga beres-beres dulu dengan masa lalu,” ujarnya.

Danilla

Danilla menambahkan bahwa “Lembar Biru” bisa diibaratkan seperti surat yang tidak pernah dikirim. “Intinya, Lembar Biru itu kayak surat yang nggak pernah dikirim. Ditulis dengan perasaan carut marut, disimpan, lalu dibaca lagi setelah hati udah tenang dan disitulah kita sadar kalau sumpahan dan emosi yang ditulis itu terlalu jahat untuk diamini.” Sebuah metafora sederhana, tapi sangat relate dengan pengalaman banyak orang.

Album Baru Danilla

Single ini juga menjadi pembuka untuk album terbaru Danilla yang bertajuk Candramawa. Dalam filosofi Jawa, Candramawa merujuk pada dualitas hitam dan putih, terang dan gelap, baik dan buruk. Tema tersebut terasa pas dengan “Lembar Biru” yang mengajak pendengar menyelami sisi gelap diri sendiri sebelum berani melangkah ke fase yang lebih terang.

Lewat lagu ini, Danilla ingin kembali menunjukkan kekuatannya sebagai storyteller. Ia tidak hanya menyanyikan lirik, tapi membangun ruang aman bagi siapa pun yang sedang belajar melepaskan. Nyanyiannya seolah berkata bahwa merasa marah, sedih, dan kecewa itu manusiawi. Yang penting adalah bagaimana kita memprosesnya, bukan memendamnya.

Album Candramawa sendiri dijadwalkan rilis penuh pada tahun 2026 bersama Laguland. Meski masih harus menunggu, “Lembar Biru” sudah memberi gambaran bahwa karya terbaru Danilla akan sarat emosi dan refleksi diri. Bagi kamu yang pernah menyimpan surat tak terkirim di hati, single ini bisa jadi cermin yang jujur, sekaligus teman setia di malam-malam sunyi.

Tentang Danilla

Danilla Riyadi telah lama diakui sebagai salah satu suara paling otentik dan konseptual di industri musik Indonesia. Dengan perjalanan yang dibangun dengan fondasi emosional yang mendalam, setiap rilisannya menyelami berbagai sudut pandang kemanusiaan. Kemampuannya merajut narasi personal dengan konsep filosofis menjadikan karya-karyanya tidak hanya layak didengar, tetapi juga direnungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *