Liam Rosenior, dari Strasbourg ke Stamford Bridge: Era Baru Chelsea Dimulai

Liam Rosenior, dari Strasbourg ke Stamford Bridge: Era Baru Chelsea Dimulai

Rileks.id – Di tengah riuh rendah Stamford Bridge yang masih menyisakan kekecewaan usai pergantian pelatih, Chelsea memilih membuka lembaran baru. Klub asal London Barat itu resmi menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala anyar, sebuah keputusan yang menandai awal era baru bagi The Blues.

Melalui laman resminya, Chelsea mengumumkan bahwa Rosenior telah menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2032. Pelatih asal Inggris berusia 41 tahun tersebut dipercaya menggantikan Enzo Maresca yang dipecat hanya beberapa hari sebelumnya, menyusul performa tim yang tak kunjung stabil.

Nama Rosenior mungkin belum lama menghiasi panggung utama Premier League sebagai pelatih, namun rekam jejaknya berbicara. Ia datang ke Stamford Bridge dengan reputasi yang tengah menanjak setelah membawa RC Strasbourg mencicipi kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir. Sebuah pencapaian yang membuat Chelsea yakin menaruh masa depan tim di tangannya.

Sebelum menorehkan kisah sukses di Prancis, Rosenior sempat menimba pengalaman kepelatihan di Inggris bersama Hull City dan Derby County. Di klub-klub tersebut, ia dikenal sebagai pelatih muda dengan pendekatan modern dan kemampuan membangun tim yang solid, meski harus bekerja dalam keterbatasan.

Bagi Rosenior, kembali ke Premier League bukan sekadar kepulangan, melainkan kehormatan besar. Ia mengaku memahami betul besarnya tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.

“Saya sangat rendah hati dan merasa terhormat ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Chelsea Football Club. Ini adalah klub dengan semangat unik yang memiliki sejarah membanggakan dalam memenangkan trofi,” ujar Rosenior, Selasa (6/1/2026).

Lebih dari sekadar hasil, Rosenior menekankan pentingnya menjaga identitas Chelsea sebagai klub pemenang. Ia ingin membangun tim yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan.

“Tugas saya adalah melindungi identitas tersebut dan menciptakan tim yang mencerminkan nilai-nilai ini dalam setiap pertandingan yang kami mainkan untuk terus memenangkan trofi. Dipercayakan dengan peran ini sangat berarti bagi saya,” katanya.

Filosofi Rosenior berakar pada persatuan dan kerja kolektif. Ia percaya kesuksesan tidak lahir dari satu sosok, melainkan dari tim yang saling mendukung di dalam dan luar lapangan.

“Saya sangat percaya pada kerja sama tim, persatuan, kebersamaan, dan saling membantu. Nilai-nilai tersebut akan menjadi inti dari semua yang kita lakukan dan fondasi kesuksesan kita,” tuturnya.

Sebelum mengenakan jas pelatih, Rosenior lebih dulu menghabiskan kariernya di lapangan hijau. Ia pernah beroperasi sebagai full-back untuk sejumlah klub Inggris seperti Bristol City, Fulham, Reading, Hull City, hingga Brighton & Hove Albion. Pengalamannya juga diperkaya dengan membela tim nasional Inggris di level U-20 dan U-23.

Kini, perjalanan Rosenior membawanya ke salah satu kursi terpanas di sepak bola Inggris. Tantangan besar menanti, namun bagi Chelsea dan sang pelatih, kisah ini baru saja dimulai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *