Tompi Tegur Materi Komedi Pandji Soal Wajah Ngantuk Gibran

Tompi Tegur Materi Komedi Pandji Soal Wajah Ngantuk Gibran

Rileks.id – Nama Tompi kembali jadi perbincangan warganet. Bukan karena lagu atau klinik kecantikannya, melainkan karena kritik pedasnya terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix.

Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Tompi menyoroti satu bagian materi Pandji yang menyinggung kondisi fisik Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Pada segmen tersebut, Pandji bercanda soal memilih pemimpin berdasarkan tampilan wajah dan menyebut Gibran terlihat seperti orang mengantuk.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ucap Pandji dalam salah satu set-up Mens Rea.

Bagi Tompi, bagian tersebut sudah melewati batas humor sehat. Ia menilai lelucon itu berpotensi mengarah ke body shaming, apalagi jika dikaitkan dengan kondisi medis seseorang.

Tompi Kritik Pandji

Sebagai dokter bedah plastik, Tompi menjelaskan bahwa mata yang tampak sayu bukan sekadar soal tampilan luar. Ia menuliskan penjelasan cukup serius di Instagram @dr_tompi pada Sabtu, 3 Januari 2026.

“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi.

“PTOSIS: Meskipun bisa dikoreksi secara operasi, tapi tentu ini menjadi kemerdekaan setiap pasien untuk mau (memilih) atau tidak,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa ia tidak anti kritik atau satire. Menurut Tompi, humor tetap sah selama menyerang gagasan, bukan kondisi tubuh seseorang.

“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” tegasnya.

Tompi juga mengajak publik untuk meningkatkan kualitas diskusi di ruang publik dan media sosial. Ia meminta agar masyarakat tidak menjadikan fisik sebagai bahan utama candaan.

“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tutur Tompi.

Menariknya, meski mengkritik keras, Tompi tetap memberi apresiasi pada keseluruhan isi Mens Rea. Ia mengaku menonton langsung pertunjukan Pandji di Netflix dan banyak setuju dengan kritik sosial yang disampaikan.

“Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya,” tutup Tompi.

Tanggapan Pandji

Unggahan tersebut langsung ramai diserbu warganet. Tak kalah menarik, Pandji Pragiwaksono sendiri ikut turun tangan menanggapi kritik itu. Lewat kolom komentar, komika berusia 46 tahun ini justru menunjukkan sikap dewasa dan terbuka terhadap masukan.

“Keren Tom. Terima kasih koreksinya,” tulis Pandji singkat.

Respons ini pun menuai pujian netizen. Banyak yang menilai dialog antara Tompi dan Pandji menjadi contoh sehat bagaimana kritik dan humor seharusnya bertemu di ruang publik tanpa saling menjatuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *