Manggarai Barat – Upaya panjang dan melelahkan tim SAR dalam mencari korban tenggelamnya pelatih valencia di kapal pinisi Putri Sakinah akhirnya menemukan titik terang. Pada Minggu pagi, 4 Januari 2026, sekitar pukul 08.47 Wita, satu jenazah laki-laki dewasa ditemukan mengapung di perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Lokasi penemuan ini berada tidak jauh dari titik awal tenggelamnya kapal pinisi yang membawa rombongan wisatawan pada 26 Desember 2025 lalu. Jenazah tersebut ditemukan pada jarak sekitar satu nautical mile atau kurang lebih dua kilometer dari lokasi kapal karam di Selat Pulau Padar.
Penemuan ini terjadi di hari kesepuluh pencarian, yang sekaligus menjadi hari terakhir operasi SAR setelah sebelumnya diperpanjang selama tiga hari. Dalam situasi yang menegangkan dan penuh harap, kapal KPJ 2007 menjadi pihak pertama yang melihat keberadaan jenazah di laut.
“Pada pukul 08.47 diketemukan satu korban mengambang di perairan Rinca dengan jarak dari lokasi kejadian kurang lebih sekitar 1,13 nautical mile,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Minggu.
Jenazah Pelatih Valencia Diperiksa
Tak lama setelah ditemukan, jenazah dievakuasi menggunakan kapal KN Puntadewa 250 milik Basarnas. Proses evakuasi berlangsung cepat agar jenazah bisa segera dibawa ke darat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sekitar pukul 10.10 Wita, kapal yang membawa jenazah tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Dari sana, jenazah langsung dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk menjalani pemeriksaan forensik dan pencocokan identitas oleh dokter Polri bersama tim rumah sakit setempat.
Meski banyak pihak menduga jenazah tersebut adalah Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Fathur menegaskan pihaknya belum dapat memastikan identitas korban sebelum hasil identifikasi keluar.
“Kalau untuk ciri-ciri kami belum bisa mengetahui karena kita menunggu dari identifikasi. Karena pada saat pengambilan memang dia itu laki-laki tetapi begitu kita mengidentifikasi dari hasil forensik apa hasilnya itu yang bisa kita sampaikan nanti setelah hasil dari forensik,” jelas Fathur.
Ia juga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dewasa. Namun, dua anak laki-laki Fernando yang masing-masing berusia 9 dan 10 tahun masih dinyatakan hilang hingga saat ini.
Di sisi lain, suasana haru menyelimuti Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo ketika salah satu anggota keluarga korban mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah Fernando.
“Father is found (Fernando yang ditemukan),” kata salah satu keluarga di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Minggu.
Informasi lapangan menyebutkan bahwa jenazah pertama kali terlihat oleh kapal KPC 2007 Dit Polairud Polda NTT. Dalam dokumentasi foto dan video, jenazah tampak terombang-ambing di permukaan laut yang relatif tenang. Posisi tubuh telungkup, kedua kaki terbuka, dan kedua tangan melebar.
Fernando Martin Carreras bersama keluarganya menjadi korban dalam tragedi tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada Jumat, 26 Desember 2025. Insiden ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi komunitas sepak bola internasional dan dunia pariwisata Labuan Bajo yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.
Hingga kini, tim SAR masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait perkembangan proses identifikasi serta upaya lanjutan pencarian dua anak Fernando yang belum ditemukan. Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.